Cari di Blog Ini

Followers

Saturday, June 10, 2017

Netizen Erwin Burica Mulai Tampilkan 8 Tokoh Matra Yang Digadang Maju dalam Pilkada

Baca Juga

H. Yaumil Ambo Djiwa
H. Yaumil Ambo Djiwa (foto: dok fb)
Pasangkayu – Kreatifitas dan naluri berdemokrasi yang tinggi dari pemilik Personal Facebook (PF) Erwin Burica Abm, patut di-like dengan jempol. Karena mampu membuat jagat Media Sosial (Medsos) Mamuju Utara (Pasangkayu, Sulawesi  Barat (Sulbar)  tersentak, lewat postingan.

“Tokoh Nasional yang bakal Bertarung Calon Bupati & Wakil Bupati. Matra Priode 2021 - 2026. Biarkan Rakyat Yang Menilai''

Status Burica tersebut diunggah, Jumat (09/06/2017) dengan lampiran
foto-foto tokoh yang dimaksud, ada Yaumil Ambo Djiwa, H. Abdullah Rasyid, H. Lukman Said, H. Uksin Djamaluddin, Musawir Azis Isham, Parman Parakkasi, serta Budiansya, ST. Itu lansung mendapat respon cepat, sejumlah pengguna pesebuk Pasangkayu lainnya. Rentetan panjang komentar dan tanggapan mengalir disertai ratusan jempol.

Netizen Yani Pepi Adriani yang  juga adalah Legislator Daerah (Legenda) mulai menyoal dengan komentar.  “Kecuali kalo takut lg ninggalin jabatan dewannya , analisa saya berubah. Siapa petarung itulah pemenangnya.” Kemudian dibalas  Hadriani Hatta. “Hemmmm.” Terus  Fikar To Sarudu Matra menambahkan. “Say pikir wajah tersebut  yang dari kalangan politisi semua petarung dan tidak takut mendur dari jabatannya.” Sambil mencolek Yani Pepi Adriani yang kemudian menanggapinya. “Semoga.”

Lagi lagi  Yani Pepi Adriani memanasi. “Saya  berbicara yang saya sudah analisa Hardiana Hatta, cobami liat kedepan, apakah semua petarung.” Dijawab lagi  Hadriani Hatta. “Mayoritas petarung mengalami kekalahan yang beruntun, ketimbang orang cerdas melihat peluang.” Terus ditanggapi pula Alwin Alwin Jawi. “Sebaiknya  hasrat  Memimpin sesuai dengan kapasitas.. Ka Parman Parakkasi lebih mumpuni  dari  yang lainnya.”

Naman Parman Parakkasi itu direspon oleh Fikar To Sarudu Matra. “Parman Parakassi,  saya pikir cocok  jadi 02,wakil saja dan sisa beliau melihat peluang menang apakah memungkin kan atau tidak,cari pasangan yang  ideal dari kalangan politisi karena beliau disiplin ilmunya seorang akademisi.”
Rentetan komentar dan tanggapan terus bergulir, nama-nama dalam postingan Burica  didebatkan. Hingga Ramli Adi berkomentar, bahkan memunculkan paketnya  “Kalau pendapat  saya bagusnya pasangan Pak Yaumil /Musawir. Kemudian komentar  Irfan Said.  “Kalau terkait persoalan politik, tidak ada yang tidak mungkin karena mereka bsemua adalah tokoh-tokoh  pejuang Mamuju Utara.” Ditambahkan lagi Egi Sugianto. “Mantap.
Makanya  masyarakatnya Mamuju Utara  juga pintar-pintar, soalnya banyak tokoh internasional. Good job semoga amanah.... Amin amin aminn.” Dijawan lagi  Arfandi Yaumil.  Pak Yaumil kupilih saya ha ha ha.” Bahkan dengan nada bercanda  Arfandi Yaumil. “Hehehe cocok itu ipar nanti kanda Erwin Burica Abm ketua tiem saya ketua tim koalisi.” Terus direspon pula Abdul Rahman As'ad  untuk Arfandi. “Samaki dinda sepakat  hahaha. Kemudian  Abdul Rahman As'ad  menambahkan lagi. “Amin  Insya Allah dinda,  kami siaaaaap dukung sepenuhnya  SANG Deklarator MATRA.”

Komentar-komentar sudah mulai mengkerucut, nama Yaumil Ambo Djiwa ternyata direspon kuat. Tiwi Tiwi lalu mengomentari panjang. “Di Matra jelas  ada tokoh yang kharismatik, jelas kontribusi pada pemekaran Matra, piawai dalam kepemimpinan, eksistensi kedaerahanya tidak lagi dipertanyakan, merakyat dan lekat di hati masyarakat. Pilihan mayoritas pasti Yaumil Ambo Djiwa.”

Silangan komentar terus muncul menambah panjang  postingan Erwin Burica, hingga kami perlu mengelaborasi untuk publish dan mengambil, dua komentar berotot dari   Abdul Rahman As'ad.  “Jaganlah kau berdiri ditengah derasnya arus bila pijakan kakimu belum sampai ke tanah karena engkau takkan sampai ketepi oleh sebab kau hanyut terseret oleh derasnya arus. Jadi bkn pertimbangan pesimis atau sebaliknya tapi konstalasi posisi fublik dengan pilihannya yang jd barometer, liat mi. Serta dari  Fikar To Sarudu Matra. “Pada prinsipnya calon pemimpin yang ingin maju satu langka berani mengambil resiko,karna kalibernya seorang calon pemimpin dapat diukur dari mengambil sebuah langkah politik dan keputusan politik dan keberanian seorang calon pemimpin.”

LS


No comments:

Post a Comment

Komentar

Hak Cipta: @lenterasulawesi . Powered by Blogger.