Cari di Blog Ini

Followers

Monday, October 26, 2015

Mencari Batasan Yang Jelas Tentang Dzikir

Baca Juga

ilustrasi                                                      (int/lenterasulawesi.com)


Artikel ini adalah hasil pemulungan lenterasulawesi.com terhadap pengertian zikir. Diharapkan bisa menjadi salah satu referensi untuk membuka cakrawala berpikir dan bertindak. Hingga tidak diketemukan diskusi tajam, apalagi terjadi perbedaan  atas aktivitas ibadah tersebut.

Redaksi

Zikir atau Dzikir diambil dari bahasa Arab  secara etimologi  memiliki arti "menyebut,"  "mengingat" atau "berdoa", kata zikir juga berarti memori, pengajian. Zikir  telah didefinisikan sebagai hal dengan menyebut atau mengingat Allah dengan lisan melalui kalimat-kalimat thayyibah.

Zikir, sebuah aktifitas ibadah dalam umat Muslim untuk mengingat Allah. Di antaranya dengan menyebut dan memuji nama Allah, dan zikir adalah satu kewajiban yang tercantum dalam al-Qur'an. Bacaan zikir yang paling utama adalah kalimat "Laa Ilaaha Illallaah", sedangkan doa yang paling utama adalah "Alhamdulillah". Seseorang yang melakukan zikir disebut dzaakir.

Zikir pertama adalah dengan mengingat nama dan sifat Allah serta memuji, mensucikan Allah dari sesuatu yang tidak layak bagi-Nya. Menyanjung Allah seperti mengucapkan “subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar”, “subhanallah wa bihamdih”, “laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir”.

Zikir kedua dengan mengingat perintah, larangan dan hukum Allah. Zikir jenis ini ada dua macam, yaitu:  Mengingat perintah dan larangan Allah, apa yang Allah cintai dan apa yang Allah murkai.  Kedua: Mengingat perintah Allah lantas segera menjalankannya dan mengingat larangan-Nya lantas segera menjauh darinya. Serta zikir ketiga adalah dengan mengingat berbagai nikmat dan kebaikan yang Allah berikan.

Untuk melaksanakan dzikir didalam thariqoh ada tata krama yang harus diperhatikan, yakni  adab berdzikir. Karena semua ibadah hanya aka nada faedahnya  jika memiliki adab dan tata cara pelaksanaannya.

Pada kitab Al-Mafakhir Al-’Aliyah fi al-Ma-atsir Asy-Syadzaliyah disebutkan, pada pasal adab adz-Dzikr, sebagaimana dituturkan oleh Asy-Sya’roni, bahwa adab berdzikir itu banyak. Tetapi dapat dikelompokkan menjadi 20 (dua puluh), terbagi menjadi tiga bagian. Lima (5)  adab dilakukan sebelum bedzikir, 12 (dua belas) adab dilakukan pada saat berdzikir dan dua ( 2) adab dilakukan setelah selesai berdzikir.

Lima  (5)  adab yang harus diperhatikan sebelum berdzikir, meliputi. Taubat, yang hakekatnya adalah meninggalkan semua perkara yang tidak berfaedah bagi dirinya, baik yang berupa ucapan, perbuatan, atau keinginan.  Mandi dan atau  wudlu.  Diam dan tenang. Hal ini dilakukan agar di dalam dzikir nanti dia dapat memperoleh shidq, artinya hatinya dapat terpusat pada bacaan Allah yang kemudian dibarengi dengan lisannya yang mengucapkan Lailaaha illallah. Menyaksikan dengan hatinya ketika sedang melaksanakan dzikir  terhadap himmah syaikh atau guru mursyidnya.  Menyakini bahwa dzikir thariqoh yang didapat dari syaikhnya adalah  dzikir yang didapat  dari Rasulullah Saw, karena syaikhnya adalah naib (pengganti ) dari beliau.

Sedangkan 12 (dua belas) adab yang harus diperhatikan pada saat melakukan dzikir adalah, duduk di tempat yang suci seperti duduknya di dalam shalat. Meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua pahanya. Mengharumkan tempatnya untuk berdzikir dengan bau  wewangian, demikian pula dengan pakaian di badannya. Memakai pakaian yang halal dan suci.  Memilih tempat yang gelap dan sepi jika memungkinkan. Memejamkan kedua mata,  karena hal itu akan dapat menutup jalan indra dzahir, karena dengan tertutupnya indra dzahir akan menjadi penyebab terbukanya indra hati/bathin. Membayangkan pribadi guru mursyidnya diantara kedua matanya. Dan ini menurut ulama thariqoh merupakan adab yang sangat penting. Jujur dalam berdzikir. Artinya hendaknya seseorang yang berdzikir itu dapat memiliki perasaan yang sama, baik dalam keadaan sepi (sendiri) atau ramai (banyak orang). Ikhlas, yaitu membersihkan amal dari segala ketercampuran. Dengan kejujuran serta keikhlasan  seseorang yang berdzikir akan sampai derajat ash-shidiqiyah dengan syarat dia mau mengungkapkan segala yang terbesit di dalam hatinya (berupa kebaikan dan keburukan) kepada syaikhnya. Jika dia tidak mau mengungkapkan hal itu, berarti dia berkhianat dan akan terhalang dari fath (keterbukaan bathiniyah). Memilih shighot dzikir bacaan La ilaaha illallah , karena bacaan ini memiliki  keistimewaan yang tidak  didapati pada bacaan- bacaan dzikir syar’i lainnya. Menghadirkan makna  dzikir di dalam hatinya. Mengosongkan hati dari segala apapun selain Allah  dengan La ilaaha illallah , agar pengaruh kata “illallah” terhujam di dalam hati  dan menjalar ke seluruh anggota tubuh.

Sementara adab setelah laksanakan Dzikir  ada 3 (tiga), meliputi: Bersikap tenang ketika telah diam (dari dzikirnya), khusyu’ dan menghadirkan hatinya untuk menunggu waridudz-dzkir. Para ulama thariqoh berkata bahwa bisa jadi waridudz-dzikr datang dan sejenak memakmurkan hati itu pengaruhnya lebih besar dari pada apa yang dihasilkan oleh riyadlah dan mujahadah tiga puluh tahun. Mengulang-ulang pernapasannya berkali-kali. Karena hal ini – menurut ulama thariqoh- lebih cepat menyinarkan bashirah, menyingkapkan hijab-hijab dan memutus bisikan–bisikan hawa nafsu dan syetan. Menahan minum air. Karena dzikir dapat menimbulkan hararah (rasa hangat di hati orang yang melakukannya, yang disebabkan oleh syauq (rindu) dan tahyij (gairah) kepada al-madzkur/Allah Swt  yang merupakan tujuan utama dari dzikir, sedang meminum air setelah berdzikir  akan memadamkan rasa tersebut.

Begitu sekelumit tentang dzikir yang berhasil  kami himpun. Kalau ada yang salah itu semata-mata karena keselahan  kami. Bila benar, itu semua bersumber dari kebenaran Allah SWT. Mari berdzikir dengan benar, jangan hanya ber-“dzikir-dzikir”

 Sumber: https://id.wikipedia.org, dan https://salafytobat.wordpress.com


No comments:

Post a Comment

Komentar

Hak Cipta: @lenterasulawesi . Powered by Blogger.