Cari di Blog Ini

Followers

Thursday, September 1, 2016

Kades Lambanan: Transparan dan Kedepankan Musyawarah Mengelola Dana Desa

Baca Juga



Yunus P Lemba dan jalan dusun yang didanai DDes
Yunus P Lemba dan jalan dusun yang didanai DDes
Mamasa -  Upaya pemerintah pusat  kedepankan desa sebagai ujung tombak pembangunan memang cukup mengesankan. Apalagi dengan kebijakan pengelolalaan Dana Desa (DDes) untuk tahun 2016 ini, mengucur  dalam  jumlah yang cukup, dalam  kisaran 0,5 hingga 1 milyar rupiah.

Oleh Kepala Desa (Kades)  Lambanan, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar),  Yunus P Lemba, Kamis (01/09/2016),  dilihatnya sebagai kesempatan baik bagi Kades untuk memajukan dan mensejahterakan rakyat.

“Dengan adanya  ADD dan DDes, para Kades bisa bekerja dengan baik, memprogramkan kegiatan untuk peningkatan infrastruktur desa, dan pemberdayaan. Karena itu Kades dituntut  agar lebih kreatif dan inovatif. Inilah kesempatan kita menunjukkan, kalau mampu untuk membangun desa,” papar Yunus.

Diuraikan lebih lanjut oleh Kades Yunus P Lemba, bahwa dalam mengelola DDes tersebut, ia senantiasa  transparan dengan musyawarah. Kemudian bekerja  sebaik-baiknya sesuai aturan dan petunjuk teknis yang ada.

Lebih lanjut, Kades Lambanan ini tuturkan bahwa dalam  membelanjakan DDes ini, Desa Lambanan  lakukan peningakatan jalan antar dusun dengan rabat  beton dengan total  lebih dari 300 meter. Ini menyerap  anggaran kurang lebih Rp 300 juta.

“Kami juga menata kantor desa dengan  membangun WC baru dan gudang serta perbaikan pelataran kantor. Selain itu, kami mesntimulasi masyarakat  untuk mendukung sektor pertanian dan perkebunan. Karena dalam bidang pertanian, khususnya  persawahan, Lambanan  ini memiliki areal yang terbilang luas di Kabupaten Mamasa, “urainya.

Dalam penggabaran Kades Lambanan, selain sebagai desa dengan potensi tanaman pangan yang menonjol, Desa  Lambanan adalah wilayah kehadatan dengan demografi masyarakat yang heterogen. Karena itu pemerintah desa juga menganggarakan insentif untuk pemuka agama, seperti pendeta dan imam masjid. Tidak terkecuali memberikan kepada unsur  lintas sektoral, Babinsa dan Babinkamtibmas. Walaupun keliatan kecil, namun berarti, karena itulah yang mampu diberikan oleh desa.
LS

No comments:

Post a Comment

Komentar

Hak Cipta: @lenterasulawesi . Powered by Blogger.