Cari di Blog Ini

Followers

Friday, September 2, 2016

KPHL Mamasa Tengah, Target Penanaman Ribuan Pohon di Hutan Sumarorong

Baca Juga



Penanaman pohon mahoni di HL Sumarorong
Penanaman pohon mahoni di HL Sumarorong
Mamasa - KPHL Mamasa Tengah,  Jumat (02/09/2016)  lakukan penyisiran kawasan hutan lindung  yang  terletak di Desa Sasakan/Salubalo,  Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).

Kegiatan penyisiran  Hutan Lindung (HL)  seluas 200  hektar  ini bertujuan untuk meninjau langsung  lokasi  sasaran penanaman 100 ribu bibit pohon kayu mahoni  dengan sistem penanaman 500 pohon per hektarnya.  Penyisiran HL  tersebut dipimpin langsung oleh Kepala KPHL Mamasa Tengah,  Lukas Latief, S. Sos, MM,  didampingi Kapolsek  Sumarorong,  AKP Lambertus LL, Koramil Sumarorong,Camat, LSM  dan Wartawan.

Kepada wartawan,  Kepala KPHL  yang  akrap disapa Latief katakan, Desa Sasakan dan Desa Salubalo ditunjuk  sebagai  obyek penanaman 100 ribu pohon jenis  Mahoni.  Ini  dimaksudkan agar upayah pelestarian hutan benar - benar  terlaksana dengan baik . Pertimbangan kegiatan ini dimulai di Kecamatan Sumarorong,  karena Kec  Sumarorong merupakan kecamatan yang  berada tepat di pertengahan Kab Mamasa. Jika pelestarian hutan di Kec Sumarorong ini sukses, maka dapat dipastikan PHPL wilayah Lain di Kab Mamasa,  seperti PHPL Wilayah Timur dan Barat juga ikut lestari.

“Penanaman 100 ribu pohon kali ini akan tetap akan berlanjut sampai seluruh kawasan HL di Kabupaten Mamasa  dapat  tersentuh program seperti ini. Kegiatan penanaman  pohon jenis mahoni  ini juga melibatkan  masyarakat dan para petani,” jelas Latif.
 
Setelah  menyisir lokasi  seluas 200 hektar,  Latief dan rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju  Pondok  "Lestari"  tepat berada di  titik nol dimulainya  penanaman 100 ribu pohon. Kemudian  
Kapolsek, Koramil, Camat  dan sejumlah  staf serta masyarakat setempat memulai  proses penanaman pohon.

Latief juga mengharapkan agar kedepan,  ada  kerjasama antara Dinas Kehutanan Dan Dinas Pertanian, sehingga lokasi penanaman pohon dapat pula dimanfaatkan dengan tanaman jangka pendek seperti  jagung dan Kedelai dengan tidak merusak habitat alam dan hutan itu sendiri. Hal ini sering disebut Pemanfaatan Butan Dibawah Tegak.

Latief  juga  jelaskan,  jika seluruh  kawasan HL di Kabupaten Mamasa terjaga dan lestari maka kebutuhan air untuk pasokan PLTA Bakaru tetap terjamin. Bukan itu saja,  hutan  merupakan jaminan kelangsungan  hidup  hajat  orang banyak terutama anak dan cucu kita. Untuk itu Latief mengharapkan agar Program Pelestarian Hutan dalam Program KBB  (Kebun Bibit Besar)  ini benar benar bermanfaat dan berkesinambungan.

“Semoga  tahun yang akan datang postur  APBN  dapat menjawab kebutuhan anggaran agar  seluruh  kawasan HL di  wilayah Mamasa Tengah yang membawahi 8  (delapan) kecamatan dapat terpenuhi. Kalau bukan kesadaran kita untuk melestarikan hutan maka kondisi hutan kita kedepan akan semakin memperihatinkan,” kata Latief.

Di Tempat  yang sama Kapolsek  Sumarorong AKP,  Lambertus LL mengharapkan agar pelestarian, pemeliharaan  dan  penyelamatan hutan menjadi beban  dan  tanggung jawab  seluruh pihak.  Baik itu pemerintah, masyarakat,TNI/Polri  maupun LSM dan Pers.

“Jika seluruh komponen terlibat langsung menjaga dan mengawasi pelestarian hutan yang dimaksud,maka yang akan menikmati hasilnya nanti tentu sluruh komponen yang terlibat. Sebaliknya menurut kapolsek,jika seluruh komponen tidak peduli dengan hal ini,maka dampaknya juga akan dirasakan oleh kita semua. "Siapa yang menanam pasti menuai,"  kunci Kapolsek.
(AWT, LS)

No comments:

Post a Comment

Komentar

Hak Cipta: @lenterasulawesi . Powered by Blogger.