Cari di Blog Ini

Followers

Saturday, April 28, 2018

H. Yaumil Ambo Djiwa: Demi Pasangkayu Pengabdian Tiada Batas

Baca Juga

H. Yaumil Adj dan H. Saifuddin (dok. H. Saifuddin)
H. Yaumil Adj dan H. Saifuddin (dok. H. Saifuddin)
PasangkayuKabupaten Pasangkayu yang  semula bernama Mamuju Utara (Matra) adalah kabupaten paling utara di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Derap pembangunan di daerah pengasil  sawit ini melaju pesat,  pada usia yang beranjak dari 15 tahun, Pasangkayu membangun di  segala sektor, nyata dirasakan masyarakat. Tak heran kepemimpinan H. Agus Ambo Djiwa – H. Muhammad Saal  (Handal) priode ke-2 begitu kukuh di hati rakyat.

Tentang  Kabupaten Pasangkayu yang kini mulai jadi perbincangan secara regional dan nasional, karena sawit dan kekayaan budayanya yang didukung 14 etnis, tentu harus berbicara  tentang Komite Aksi Pembentukan Kabupaten Pasangkayu (KAPKP) yang merupakan titik star daerah ini. Dalam KAPKP  ini, H. Yaumil Ambo Djiwa satu tokoh sentral tidak bisa dipisahkan dari sejarah.  Ia adalah tokoh kharismatik yang dikenal luas kalangan masyarakat Pasangkayu. Bahkan di Sulbar, tokoh dari utara  tidaklah asing. Sang inisiator pembentukan KAPKP ini  dikenal sebagai sesepuh ini tidak diragukan lagi komitmennya  memperjuangkan masyarakat Kabupaten Pasangkayu.

Sebagai  tokoh inisiator terbentuknya KAPKP, H. Yaumil Ambo Djiwa dikenal  meluas  serta ramah pada siapa saja, berciri khas murah senyum yang selalu nampak di bibirnya dengan hiasan kumis rapih. Ia adalah sosok  yang tak jenuh bila berbicara persoalan masyarakat di daerahnya, karena menurutnya  tak ada kata lelah  baginya untuk Pasangkayu. Ia hadir untuk daerah dan demi menggapai kesejahteraan bersama masyarakat  Kabupaten Pasangkayu.
Dalam kesempatan wawancara bersama wartawan, H. Yaumil Ambo, dengan rendah hati  katakan bahwa apa yang diperbuatnya semata-mata demi kebersamaan dan dirinya bekerja ikhlas tanpa sedikitpun berharap imbalan dari apa yang telah diperbuatnya.
Menurut  politisi senior Partai Golkar Kabupaten Pasangkayu ini,  gagasan dalam pembentuka KAPKP sebagai daearah otonomi baru  itu lahir dari pemikiran untuk membawa daerah ini  kea rah yang lebih maju. Bebaskan dari daerah tertinggal menjadi daerah maju dan mampu bersaing serta setara  dengan daerah lain yang telah maju. Lalu pada muaranya dapat membawa masyarakat lebih maju, sejahtera dan bermartabat.
"Dahulu, dengan melihat suasana daerah ini, serasa sesak di dada saya. Apa lagi saya tahu, masyarakat kami mampu berbuat yang lebih baik," ungkapnya pada wartawan.
H. Yaumil juga katakan, kala itu itu hatinya merasa sangat terpukul dan iba dengan melihat daerah serta masyarakatnya yang sangat terosilir dan tertinggal. Padahal menurutnya, Pasangkayu memiliki kekayaan alam, laut dan perut Bumi yang begitu melimpah.
"Daerah kami sangat kaya, sehingga saya menganggap tak ada kata yang tak mungkin, bila kami ingin bangkit bersama," tandasnya.
Kini perjuangan H. Yaumil Ambo Djiwa tercapai, Kabupaten Pasangkayu telah eksis ditepian Selat Makassar. Kota Pasangkayu sebagai ikon kabupaten ditata dengan apik dan indah. Kota ini memiliki fasilitas publik dan ruang rekreasi yang khas, seperti Pantai Vova Sanggayu, Bundaran Smart, Jembatan Merah Pasangkayu (JMP) dan untuk wisata religi ada Masjid Madani yang indah dan cantik.
Arus pembangunan Kabupaten Pasangkayu, terus bergerak dari kota ke desa, terus ke dusun-dusun. Saran infrastruktur jalan dan jembatan terus ditingkatkan. Ini memiliki urgensi kuat dalam memajukan perekonomian masyarakat. Motivasi pemerintah daerah terhadap rakyat begitu kuat untuk jadikan Pasangkayu semakin maju dan terus bangkit. “Pasangkayu Bangkit” itulah faktanya kini.
                                                                                (berbagai sumber, LS/LN)

No comments:

Post a Comment

Komentar

Hak Cipta: @lenterasulawesi . Powered by Blogger.