Cari di Blog Ini

Followers

Thursday, August 23, 2018

Ketika Kue Barongko Jadi Barongki

Baca Juga

Kue Barongko alias Barongki
Kue Barongko alias Barongki
SIDRAP – Kue Barongko merupakan makanan khas Bugis-Makassar yang terbuat dari pisang yang dihaluskan, lalu ditambahkan telur, santan, gula pasir, dan garam. Kemudian dibungkus daun pisang lalu dikukus. Jika sudah matang, dimasukkan ke dalam kulkas.

Dahulu, Barongko disajikan sebagai hidangan penutup bagi para raja Bugis. Selain itu juga sering disajikan saat acara adat seperti sunatan, pernikahan, syukuran dan lain sebagainya. Hingga kinipun Barongko masih biasa disajikan saat pesta adat. Bahkan cukup meramaikan hari-hari raya besar, seperti pada Idul Adha 1439 H. di tahun 2018 Masehi ini.

Untuk membuat Barongko ini haruslah dikerjakan oleh orang yang sudah berpengalaman. Dengan tujuan untuk mempertahankan kualitas rasa dan kelezatan yang khas dari Barongko. Karena itulah Barongko tidak mudah dijumpai di pasaran.

H. Gati, salah seorang pengemar Kue Barongko dari Desa Allakuang Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan (Sulsel), katakana kue berbahan dasar pisang ini sudah lama sekali yang diingatnya.

“Itulah kue kesukaan kita di sini, baik oleh yang muda maupun yang tua, karena lembek dan enak,” tandasnya.

Tapi ada yang unik di hari raya tahun ini, sejumlah anak-anak muda “proklamirkan”  mengganti nama “Barongko” menjadi “Barongki.” Perubahan nama  kue tradisional menurut generasi millennia ini, untuk lebih “menyopankan” dalam berbahasa.

Pito, salah seorang generasi milenea yang ditemui di Kota Rappang, katakana kalau dalam tradisi bahasa Indonesia di kalangan Bugis- Makassar, kata ganti orang kedua tunggal biasa disebut “ki” atau “ko,” misalnya, “makanki” atau “makanko.” Penggunaan kata “ki” menunjukkan lebih halus dari kata “ki.” Karena “ki” dalam dialek Bugis-Makassar berarti “kita” sedangkan “ko” berarti “kamu.”

“Makanya, Barongko itu dirubah menjadi Barongki, biar lebih halus bahasanya, heheh,” tandas Pito.
LS

No comments:

Post a Comment

Komentar

Hak Cipta: @lenterasulawesi . Powered by Blogger.