Cari di Blog Ini

Followers

Friday, September 30, 2016

Kades Kaluku Nangka: Jangan Racuni Amanah Rakyat Untuk Kepentingan Sendiri?

Baca Juga



Nurdin M
Nurdin M
Mamuju Utara – Sebuah testoni dari Nurdin M, Kepala Desa (Kades) Kaluku Nangka, Kecamatan Bambaira, Kabupaten Mamuju Utara (Matra), Sulawesi Barat (Sulbar), yang diungkapnya, Senin  (26/09/2016), katakan. Bahwa suatu ketika,  rekan sesama  Kades-nya bertanya. “Bagaimana nasib kita setelah berhenti  jadi Kades.”

Nurdin yang tahu arah pembicaraan rekan sejawatnya spontan menjawab. “Ya, kembali  jadi petani, kalau memang kita petani sebelum jadi Kades. Makanya selama  jadi  Kades jangan tinggalkan profesi sejatinya.”

Nurdin kemudian memaparkan, bahwa setelah jadi Kades, seseorang tidak  semestinya  lansung  menjadi  “wah”  setelah 6 tahun dalam jabatan itu. Apalagi menjadikan Kades itu sebagai jembatan untuk mencari investasi persiapan setelah non-aktif sebagai kepala pemerintahan di desa. Sebab itu adalah pengingkaran atas amanah rakyat yang diberikan.

“Kalau kita meracuni pikiran kita dengan mengingat  terus, apa jadinya setelah berhenti jadi Kades. Apakah ada tanda mata yang bisa jadi pajangan dalam bentu materi. Tentu sangat sulit untuk berpikir secara jernih dalam berinovasi, bekerja dan memberi kemakmuran pada rakyat. Sebab selalu saja berpikir untuk kepentingan diri sendiri. Ini tentunya menghianati  amanah  dan kepercayaan rakyat,” paparnya.

Ia juga sangat  tidak sepaham, kalau dikatakan kalau Kades  yang berkerja secara all out dalam memberikan pelayanan dan kebaikan-kabaikan demi kemajuan rakyat, akan menjadi korban sendiri.  Tanpa ada  timbal baliknya. Jika rakyat sudah maju, secara banding lurus, Kades juga ikut maju.

Kades Kaluku Nangka ini juga mencontohkan, bahwa sekarang ini, formulasi dana yang masuk ke desa lewat Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta Dana Desa (DDes) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Itu semua harus dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat.  Para Kades, sejatinya harus lebih kreatif dalam membangun desanya masing-masing. Memanfaatkan dana dari APBD dan APBN tersebut sebaik-baiknya berdasarkan aturan yang ada serta memacu pembangunan di desa demi masyarakat banyak.
LS

No comments:

Post a Comment

Komentar

Hak Cipta: @lenterasulawesi . Powered by Blogger.