Cari di Blog Ini

Followers

Wednesday, August 28, 2019

Harmoni Dari Pelantikan 30 Anggota Dekab Pasangkayu, Tanpa Jas Hitam Seragam, Baju Adat Pun Jadi

Baca Juga


Mirwan (baju adat orange) diantara 30 anggota Dewan Kabupaten (Dekab) Pasangkayu priode 2019 - 2024
Mirwan (baju adat orange) diantara 30 anggota Dewan Kabupaten (Dekab) Pasangkayu priode 2019 - 2024

PASANGKAYU, LENTERASULAWESI  - Pelantikan dan pengambilan sumpah anggota Dewan Kabupaten (Dekab) Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar)  telah usai dengan selamat , Selasa (27 /8/2019).  Tidak ada kendala yang berarti  pada hari yang bersejarah bagi legislator  baru kabupaten penghasil sawit  ini.  Kalaupun ada cerita tak indah, itulah sisi manusianya penyelenggara, sebagai  “tiada gading tak retak.” Berikut inilah ceritanya.

Salah Satu anggota Dekab Pasangkayu yang dilantik, Mirwan dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), menunjukkah sikap protes kepada pihak Sekretariat DPRD Pasangkayu, karena tidak tersedianya jas seragam untuk pelantikan. Katanya,  sesuai penyampaian Sekretaris Dewan (Sekwan), legislator yang dilantik memakai jas hitam.

Kepada wartawan usai dilantik, Mirwan katakan penampilannya yang berbeda di antara para anggota DPRD yang dilantik tersebut  adalah sebagai bentuk kritikannya kepada pihak sekretariat DPRD Pasangkayu terkait penyediaan jas yang tak rampung hingga pelantikan berlangsung sesuai yang dijadwalkan.

Menurut  Mirwan dirinya  memakai baju adat berwarna orange,  bukan karena saya tidak ada punya jas hitam. “Saya punya baju, tetapi saya pakai baju adat sesuai dengan warna partai yang mengantarkannya saya menuju gedung parlemen untuk kedua kalinya,” tandas Mirwan.

Mirwan menjelaskan bahwa  jas yang dipakai untuk pelantikan itu ada anggarannya. Jadi keterlambatan penjahitan jas disebabkan pihak sekretariat DPRD Pasangkayu menunggu keputusan KPU terkait penyelesaian konflik saat  Pemilu serentak dilaksanakan, tidak  terlalu relevan.

"Kan yang tidak berkonflik sudah bisa dijahit, sembari menunggu wilayah yang berkonflik. Kalau yang berkonflik  sisa 1 atau 2 orang saja, jasnya bisa diselesaikan dengan segera," paparnya Mirwan lagi.

Ia juga menambahkan, untuk penjahitan baju ke depan, jangan yang di luar daerah, sebaiknya diberdayakan tukang jahit yang berada di Kabupaten Pasangkayu saja.
(Jamal/LS)

No comments:

Post a Comment

Komentar

Hak Cipta: @lenterasulawesi . Powered by Blogger.