Baca Juga
Penantanganan MoU antara Pemkab Matra dan GAPKI Sulawesi |
Pasangkayu – Pemeritah Kabupaten
Mamuju Utara (Pasangkayu), Sulawesi Barat
(Sulbar) dan Gabungan Pengusaha Kelapa
Sawit Indonesia (GAPKI) Area Sulawesi, tandatangani
sebuah nota kesepahaman atau Memorandum
of Understanding (MOU) antara Pemda dan GAPKI areal Sulawesi, di Aula Hotel
Devonder, Pasangkayu, Selasa (12/09/09).
Materi MOU
terssebut tentang pendampingan petani kelapa sawit yang
berkelanjutan di Matra, tujuannya, masyarakat petani yang sejahtera. GAPKI juga bersedia
membantu pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat petani sawit swadaya.
Menanggapi nota kesepahaman tersebut, mewakili Pemkab, Wakil Bupati Matra,
Muh. Saal, katakan, bahwa untuk mensejahterakan petani, tidak hanya terfokus
pada pendampingan saja, namun pihak perusahaan yang tergabung di GAPKI, juga
dapat membantu pemerintah dalam hal penyediaan pupuk.
"Saya rasa kalau cuman pendampingan saja, pemerintah sudah melakukannya dengan menyediakan penyuluh di setiap desa, tapi kalau betul-betul pihak perusahaan mau sajahterakan petani sawit, bantu juga petani kita dengan memberikan pupuk, karena pupuk subsidi yang disalurkan pemerintah itu sangat terbatas jumlahnya," tutur Saal.
Sementara itu, GAPKI area Sulawesi yang diwakil Sekretaris, Nofrianto, tuturkan, selama ini masyarakat yang mengenal dan bercocok tanam kelapa Sawit secara swadaya, minim akan penghasilan karena kurangnya pengetahuan tentang pengembangan sawit.
Menurutnya, berbanding jauh penghasilan dan kwalitas buah dengan petani sawit yang dibina langsung serta bermitra dengan perusahaan. Maka dari itu, untuk meningkatkan penghasilan petani sawit Swadaya, perlu dukungan dan kerjasama Pemda.
"Kalau kami dari pihak perusahaan, hampir 70 persen itu yang menentukan hasil adalah cara pemeliharaannya, dan cara ini kami terapkan kepada petani yang kami bina. Maka dari itu saya berharap kerjasama dan dukungan dari pemerintah. Karena masyarakat kita yang menanam sawit tanpa bimbingan, meraka hanya menanam dan pasrah menunggu hasil tanpa ada pemeliharaan," ungkap Nofrianto.
Penandatanganan MOU antara Pemda dan GAPKI, disaksikan langsung oleh anggota DPRD Matra, H. Syaifuddin Andi Baso, Semua CDO anak perusahaan PT Astra Agro Lestari (AAL) dan PT Unggul Widya Teknologi Lestari (UWTL), serta Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO).
"Saya rasa kalau cuman pendampingan saja, pemerintah sudah melakukannya dengan menyediakan penyuluh di setiap desa, tapi kalau betul-betul pihak perusahaan mau sajahterakan petani sawit, bantu juga petani kita dengan memberikan pupuk, karena pupuk subsidi yang disalurkan pemerintah itu sangat terbatas jumlahnya," tutur Saal.
Sementara itu, GAPKI area Sulawesi yang diwakil Sekretaris, Nofrianto, tuturkan, selama ini masyarakat yang mengenal dan bercocok tanam kelapa Sawit secara swadaya, minim akan penghasilan karena kurangnya pengetahuan tentang pengembangan sawit.
Menurutnya, berbanding jauh penghasilan dan kwalitas buah dengan petani sawit yang dibina langsung serta bermitra dengan perusahaan. Maka dari itu, untuk meningkatkan penghasilan petani sawit Swadaya, perlu dukungan dan kerjasama Pemda.
"Kalau kami dari pihak perusahaan, hampir 70 persen itu yang menentukan hasil adalah cara pemeliharaannya, dan cara ini kami terapkan kepada petani yang kami bina. Maka dari itu saya berharap kerjasama dan dukungan dari pemerintah. Karena masyarakat kita yang menanam sawit tanpa bimbingan, meraka hanya menanam dan pasrah menunggu hasil tanpa ada pemeliharaan," ungkap Nofrianto.
Penandatanganan MOU antara Pemda dan GAPKI, disaksikan langsung oleh anggota DPRD Matra, H. Syaifuddin Andi Baso, Semua CDO anak perusahaan PT Astra Agro Lestari (AAL) dan PT Unggul Widya Teknologi Lestari (UWTL), serta Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO).
(tim
Format/LS)
No comments:
Post a Comment
Komentar