Cari di Blog Ini

Followers

Wednesday, May 30, 2018

Yani Pepi, PT AAL, Kades dan Masyarakat Kini Berjuang Lawan Gerusan Sungai Lariang?

Baca Juga

Gerusan Sungai Lariang pada bibir jalan dan jalan alternatif yang dibuat warga
Gerusan Sungai Lariang pada bibir jalan dan jalan alternatif yang dibuat warga

 Pasangkayu – Jebolnya tanggul penahan banjir Sungai Lariang di Desa Lariang, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat  (Sulbar),  tiga bulan yang lalu masih terus berdampak bagi masyarakat, khusunya bagi masyarakat Dusun Kalindu.

Kini gerusa Sunga Lariang yang legendaries tersebut, mulai mencicil, sedikit demi sedikit bibir jalan menuju ke Dusun Kalindu. Bila hal ini dibiarkan, maka ratusan hektar lahan rakyat bisa habis, perkampungan di Dusun Kulu bakal tergenang air.

Anggota Dewan Kabupaten (Dekab) Pasangkayu, Yani Pepi Adriani, sejak cebolnya tanggul  penahan 3 bulan lalu sudah bekerja dilokasi bersama Kepala Desa (Kades) Lariang, Firman, katakan, kalau dirinya sudah berkordinasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, namun yang konsisten dalam penanganan gerusan Sungai Lariang ini hanya, pihak pemerintah desa, masyarakat  dan PT. Lettawa, salah satu anak perusahaan dari PT. Astra Agro Lestari (AAL).

Dekap Yani Pepi di lokasi
Dekap Yani Pepi di lokasi 
“Saya kira ini adalah persoalan kemanusiaan, yang harus ditangani dengan segera. Kalau dibiarkan akan berdampak luas dan kerugian bagi masyarakat  khususnya di Dusun Kulu. Karena itu, secara pribadi maupun sebagai legislatif yang kebetulan masyarakat sini adalah konstituen saya, harus berbuat dan berkoordinasi secara intens pada pihak-pihak yang peduli dan mau bekerja mengatasi masalah ini,” papar Yani yang ditemui di lokasi, Rabu (30/05/208).

Dekab Yani Pepi  Adriani berinisiatif menurunkan alat berat berupa excavator miliknya ke lokasi jebolnya tanggul sungai, di awal bulan Mei 2018. Langkah Pepy diikuti Pemerintah desa dan masyarakat Desa Lariang serta  sejumlah  unit  truk ditambah 5 unit dari PT. Astra dikerahkan mengangkut batu gajah.

“Kami berterima kasih kepada anggota dewan Kabupaten Pasangkayu Yani Pepi Adriani yang telah mengerahkan tenaga dan fikiran membantu menanggulangi masalah banjir Sungai Lariang ini,” kata Malik, salah satu warga di lokasi.

Keberadaan Dekab Yani Pepi Adriani, Kades Lariang, Armada alat berat dari PT AAL serta sejumlah masyarakat, hamper setiap hari. Bahkan pada saat berita ini diturunkan Yani bersama Kades Lariang, Firman memimpin pembuatan jalan darurat melewati kebun sawit masyarakat demi antisipasi longsor yang semakin jauh, sambil terus dilakukan perkuatan tebing.

“Masalah Sungai Lariang ini, cukup rawan memang. Karena itu kami minta pemerintah untuk segera tangani demi masyarakat. Kalau dibiarkan berlarut-larut akan timbulkan kerugian yang besar,” tambah Kades Firman.

Dinformasikan juga oleh warga kalau tanggul  Sungai Lariang yang tergerus air ini dibangun 2014 lalu oleh Balai Wilayah Sungai (BWS).
LS

No comments:

Post a Comment

Komentar

Hak Cipta: @lenterasulawesi . Powered by Blogger.