Baca Juga
![]() |
Jembatan Merah Salunggabo hampir rampung |
Andai saja pencipta dan pelantun “Bengawan
Solo” ini masih hidup, pasti akan jempol dua pada Dinas Pekerjaan Umum (PU)
Mamuju Utara (Matra). Karena telah menghidupkan kembali “Jembatan Merah” lewat
sebuah titian indah dan mutakhir di tepian Sungai Salungggabo, Pasangkayu.
Hasil pulungan LS menyebutkan bahwa Pemerintah
Kabupaten Matra (PU) membangun Jebatan
Salunggabo - kemudian masyarakat
menyebutnya jembatan merah - dengan konsep wisata. Jembatan yang
menelan biaya milyaran rupiah didesain dengan artistik yang menawan. Ini untuk
mendukung kondisi alam di seputaran jembatan yang terhampar rata pemandangan menarik,
ada gubuk, empang serta gunung hijau dari jauh.
Pantau LS, Minggu
(13/03/2017) saat mencari lokasi mancing
rawa, Jembatan Merah Salunggabo mendekati rampung. Masyarakat banyak jalan-jalan
sore (JJS) sambil selfi-selfi bersama jembatan merah menyala itu. Fantastik
memang dengan lantar jembatan merah yang diterpa sinar matahari sore mengabadikan muka sendiri lalu di-upload
ke media social (medsos).
Dua remaja baru gede (baca saja, ABG) yang nangkring tak jauh dari
jembatan katakan kalau jembatan itu memang cantik untuk ditempati selfi-selfi.
Apalagi setelah rampung nanti, tentu lebih cantik lagi kata-kata ABG-ABG
tersebut. Artinya, Jembatan Merah Salunggabo, akan menjadi ikon baru Kota
pasangkayu, setelah Bundaran Smart-nya yang telah duluan trend.
“Disebut jembatan
merah, karena warnanya merah,” kata salah satu dari ABG tersebut.
Melihat konsepnya dengan besi beban tarik yang melengkung
mengingatkan Jembatan Kuning di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Gaya jembatan gantung ini
memang sangat indah bila
mempertimbangkan estetika serta menjadi obyek wisata kongkow-kongkow sore.
Woww, cukup keren juga kerja Dinas PU Matra ini, bravo!
LS
No comments:
Post a Comment
Komentar